Terlibat Duel Maut, Seorang Pemuda Tewas di Ujung Parang

Terlibat Duel Maut, Seorang Pemuda Tewas di Ujung Parang

Murung Raya, gemakalteng.co.id Seorang pemuda berinisial M (28) tewas di ujung parang setelah terlibat duel maut dengan MR (34) yang mana diantara keduanya masih ada hubungan keluarga.

Peristiwa terjadi di Desa Juking Sopan Kecamatan Permata Intan, Senin (16/5/2022) sekitar pukul 12.30 WIB siang.

Awalnya dua pemuda kelahiran Desa Juking Sopan tersebut di ketahui sebelumnya menggelar pesta miras jenis anggur putih. Dari beberapa botol miras yang telah mereka habiskan, kondisi kedua pemuda tersebut dalam keadaan mabuk.

Kejadian ini di benarkan oleh Kapolres Murung Raya AKBP I Gede Putu Widyana, SH.,SIK.,MH melalui Kapolsek Permata Intan IPDA Catur Iga Akbar Imanudin menjelaskan, bahwa di awali dari perbincangan antara pelaku dan korban sambil bercanda namun dalam kondisi mabuk miras.

Permulaan kejadian pelaku ini menegur korban, dengan mengatakan bahwa miras yang mereka habiskan tersebut statusnya masih ngutang.

“Apabila kamu (korban) tidak membayar kita betampar,” dijelaskan Kapolsek Permata Intan saat di hubungi melalui pesan WhatsAap berdasarkan keterangan pelaku, Senin (16/5/2022) Malam.

Akibat kata-kata yang menurut pelaku sambil bergurau itulah akhirnya korban tersinggung hingga korban pulang untuk mengambil senjata tajam jenis parang untuk melukai pelaku.

Setelah melihat korban datang dengan membawa sebilah parang di tangannya, pelaku ketakutan dan berupaya melarikan diri.

“Karena merasa terancam, dan terus di kejar-kejar oleh korban, akhirnya si pelaku nekat masuk ke rumah salah satu warga untuk mencari senjata yang sama dengan korban untuk mencoba melawan,” ungkap IPDA Catur lagi.

Setelah itulah akhirnya duel maut itu terjadi antara kedua pemuda tersebut, hingga korban M (28) terjatuh bersimbah darah yang akhirnya tewas di tempat kejadian.

“Setelah melihat lawannya jatuh, pelaku langsung meninggalkan tempat kejadian perkara dan langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Permata Intan,” kata Kapolsek.

Saat ini pelaku bersama beberapa barang bukti sudah di amankan dan dalam proses pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Permata Intan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Berdasarkan informasi yang didapat, pelaku masih memiliki hubungan kekerabatan yaitu sepupu dari korban.

“Barang bukti seperti celana, baju dan senjata tajam jenis parang milik korban beserta pelaku sudah kita amankan. Kepada pelaku kita ancam dengan Pasal 354 ayat (2) dan Pasal 338 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan berat dan atau pembunuhan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun,” tandasnya. (GK/HML)

Berita Lainnya

Leave a Comment