Nuryakin Ajak Semua Pihak Dukung ST2023

Palangka Raya, gemakalteng.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Tengah, Nuryakin mengajak masyarakat dan stakeholders bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Sensus Pertanian 2023 (ST2023), dan pada saatnya nanti bersedia menerima dan memberi jawaban yang benar kepada petugas.
Sensus Pertanian 2023 merupakan milik bersama. Diperlukan dukungan serta kolaborasi yang baik dari Pemerintah Pusat dan Daerah, Badan Usaha, dan seluruh elemen masyarakat.
Hal ini disampaikan Nuryakin dalam amanat tertulis dibacakan Kepala Biro Organisasi Setda Kalimantan Tengah, Lilis Suriani pada Rapat Koordinasi Daerah dan Persiapan Sensus Pertanian 2023 (ST2023) di Palangka Raya, Selasa (13/12) pagi .
Nuryakin menilai, dukungan semua pihak sangat berarti untuk keberhasilan pelaksanaan ST2023, agar nantinya mampu mewujudkan data pertanian berkualitas dan tata kelola data pertanian Indonesia yang terpadu, untuk pembangunan pertanian Indonesia.
Nuryakin menyatakan beberapa isu kunci pertanian dan pangan global perlu menjadi perhatian. Seperti ketahanan pangan (food security) terkait ketersediaan, akses, dan keterjangkauan. Tantangan yang masih dihadapi hingga saat ini, diantaranya pengetahuan dan adaptasi teknologi yang masih rendah.
Dikatakan, tekanan permintaan pangan domestik terus meningkat, dukungan sarana dan prasarana produksi belum optimal, serta lemahnya implementasi food losses dan waste management. Tantangan lain yang dihadapi adalah isu terkait kualitas dan keamanan pangan (nutrition), di mana prevalensi stunting dan gizi buruk masih relatif tinggi di beberapa wilayah.
Selain itu, pertanian skala kecil dan tidak berkelanjutan masih mendominasi pertanian di Indonesia. Di beberapa daerah juga banyak terjadi konversi lahan pertanian, sehingga lahan pertanian yang bisa dimanfaatkan terus berkurang, serta adanya dampak perubahan iklim.
Kepala BPS Kalimantan Tengah Eko Marsoro mengatakan kegiatan Rapat Koordinasi Daerah dan Persiapan ST2023 dilaksanakan untuk membangun sinergi dalam rangka membangun Satu Data Indonesia (SDI) khususnya Satu Data Pertanian. Memperoleh dukungan Pemerintah Daerah untuk kegiatan ST2023, melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan Dinas-dinas terkait. Mensosialisasikan tujuan, tahapan kegiatan, proses bisnis dan tata kelola ST2023 kepada semua pihak, baik internal BPS maupun eksternal BPS.
Menurut Eko Marsoro, Rakorda merupakan pertemuan penting untuk penyampaian arah kebijakan dan informasi terkini kepada Tim BPS Daerah. Selain itu BPS Provinsi dan BPS Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah akan bersama-sama menyiapkan strategi publisitas dan persiapan pelaksanaan pendataan pada tahun 2023. Hal ini sangat penting untuk menyamakan langkah dalam waktu yang sangat terbatas. (bmp/yud)




