Kadis P3APPKB Kalteng Ikuti Rakor Penyampaian Hasil Pemantauan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting
Pulang Pisau, gemakalteng.co.id – Bertempat di Aula Dinas PUPR Kabupaten Pulang Pisau, Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden sekaligus Sekretaris TPPS Provinsi Kalimantan Tengah mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penyampaian Hasil Pemantauan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Pulang Pisau, Kamis (13/6/2024).
Membacakan sambutan tertulis Wagub Kalteng yang juga Ketua TPPS Prov Kalteng, Linae Victoria Aden mengatakan bahwa dalam konteks program kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, upaya percepatan penurunan stunting menjadi salah satu program prioritas pembangunan Kalimantan Tengah. Hal ini sangat erat kaitannya dengan pengelolaan sumber daya manusia. Persoalan SDM menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian serius dari Gubernur Kalimantan Tengah.
”Dalam berbagai forum, baik formal maupun informal, Bapak Gubernur selalu menekankan pentingnya menyiapkan dan mewujudkan SDM Kalteng yang handal dan berdaya saing. SDM yang sehat dan cerdas, inovatif, terampil, dan berkarakter unggul,” ucapnya.
“Saya berharap, agar pelaksanaan kegiatan ini, dapat memberikan kontribusi bagi percepatan penurunan stunting di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, sehingga target pencapaian penurunan stunting sebesar 15,38 di tahun 2024 dapat terealisasi sesuai harapan kita bersama,” tambahnya.
Sementara itu saat membuka kegiatan, Pj. Bupati Pulang Pisau melalui Sekda Kabupaten Pulang Pisau Tony Harisinta menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua Tim dan rombongan yang telah memilih Kabupaten Pulang Pisau sebagai lokasi pemantauan pelaksanaan pengukuran dan intervensi serentak pencegahan Stunting dari 13 Kabupaten dan 1 Kota di wilayah Kalimantan Tengah Tahun 2024.
“Kita ketahui bersama bahwa pelaksanaan kegiatan pemantauan ini bertujuan agar daerah Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan dalam pelaksanaan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting dapat berjalan efektif. Diantaranya dengan memperhatikan ketersediaan dan standarisasi antropometri di setiap posyandu, keterampilan kader dalam melaksanakan penimbangan dan pengukuran, serta cakupan sasaran datang ke posyandu di atas 95%,” ucap Tony.
Disampaikan pula, berdasarkan arahan Wakil Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting Pusat dalam Rapat Tingkat Menteri pada tanggal 19 Maret 2024, maka Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting menjadi Gerakan Bersama berkelanjutan yang bertujuan untuk memastikan cakupan layanan pengukuran lebih luas, deteksi dini masalah gizi dan kesehatan, serta intervensi yang tepat sasaran dan efektif kepada sasaran yang memiliki resiko stunting.
“Salah satu langkah Pemerintah Pusat untuk memastikan terlaksananya intervensi serentak ini maka Ketua Pengarah Tim Percepatan Stunting Pusat untuk pemantuan menugaskan Kementerian PUPR untuk memantau pelaksanaan di Kabupaten Pulang Pisau di 2 (dua) desa, yaitu Posyandu Suka Maju Desa Tuwung dan Posyandu Tunas Harapan Desa Petuk Liti di Kecamatan Kahayan Tengah,” imbuhnya.
Ia berharap apapun hasilnya, baik atau kurang baik, akan dilakukan evaluasi dan tindak lanjut dengan seluruh OPD yang terkait Pencegahan Stunting. (Red)